tempat wisata - Wisata Tana Toraja

7 Tempat Wisata Yang Wajib Dikunjungi Saat Berada di Tana Toraja, Sulawesi Selatan

 

Toraja atau yang dikenal juga dengan Tana Toraja merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan. Keeksotisan wilayah dan budaya yang dimiliki Tana Toraja membuat nama Tana Toraja telah bergaung sampai ke kancah internasional. Bahkan wisata Tana Toraja kini digandrungi sebagai wisata yang populer.

Tana Toraja terkenal dengan masyarakatnya yang memiliki kepercayaan, aturan, serta ritual tradisi yang cukup ketat. Menurut mitos yang telah diceritakan secara turun-temurun, nenek moyang asli masyarakat Toraja dipercaya berasal dari surga dan turun langsung ke bumi dengan menggunakan tangga. Tangga inilah yang kemudian berfungsi sebagai media komunikasi antara nenek moyang dengan Puang Matua (Tuhan dalam kepercayaan masyarakat Toraja).

Sebagai bentuk pelestarian tradisi dan penghormatan terhadap nenek moyangnya, masyakarat Tana Toraja memiliki beberapa upacara dan ritual adat yang masih dipertahankan dan rutin diselenggarakan hingga kini. Upacara adat tersebut di antaranya yang paling terkenal adalah Tradisi Ma’nene. Selain itu, Tana Toraja juga memiliki bangunan adat yang disucikan dan kerap digunakan untuk pelaksanaan upacara tertentu seperti Kete Ketsu dan Museum Ne’ Gandeng.

Untuk menuju Tana Toraja, diperlukan waktu kurang lebih sekitar 8 jam dari Kota Makassar melalui jalur darat. Anda dapat membeli tiket pesawat langsung menuju Kota Makassar dengan tujuan pendaratan di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin.

Biasanya, para wisatawan baik wisatawan lokal maupun mancanegara mengunjungi Tana Toraja sekitar bulan Desember. Pasalnya, pada bulan Desember, di Tana Toraja banyak digelar berbagai festival pertunjukan budaya, upacara adat, serta tur wisata.

Tana Toraja memberikan begitu banyak kesan yang tentu akan melekat di hati para wisatawan. Ada banyak keistimewaan dari Tana Toraja ini. Keistimewaan yang paling utama adalah adanya banyak sekali ritual atau upacara adat yang menarik untuk diketahui.

Misalnya pesta pernikahan Rambu Tuka dan juga upacara kematian Rambu Solo. Berwisata ke Tana Toraja disarankan pada bulan Desember, karena ada banyak pertunjukan budaya dan paket wisata yang ditawarkan. Ada juga banyak objek wisata alam maupun budaya yang menanti untuk di eksplor lebih jauh lagi.

Berikut beberapa tempat wisata yang akan Anda kunjungi bersama wisataedukasi.id :

1. Taman Pra Sejarah Leang Leang

Di taman ini terdapat ratusan goa prasejarah yang tersebar di perbukitan cadas (karst) Maros-Pangkep. Leang dalam bahasa Makassar berarti Goa. Serupa dengan kata ‘liang’ yang berarti lubang.

Di atas hamparan rumput yang hijau atau di tepian sungai yang mengalir jernih di pinggiran tebing, pengunjung pun bisa bersantai menikmati asrinya suasana. Lokasi ini pun cocok untuk kegiatan outbound. Demi menambah kenyamanan pengunjung, di area ini telah dilengkapi dengan rumah adat, baruga, shelter, toilet, jalur tracking, papan interpretasi, serta loket penjagaan.

Lokasi ini berada tak jauh dari Kawasan Wisata Bantimurung, hanya berjarak ± 9 km. Jika ditempuh dari Maros, maka ± 3 km sebelum Kompleks Wisata Bantimurung, perjalanan berbelok ke arah utara sejauh ± 6 km dari jalan poros Maros-Bone.

2. Rammang Rammang

Destinasi ini terletak di Dusun Rammang-Rammang, Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Sulawesi Selatan. Di tempat ini terdapat barisan pegunungan kapur yang sangat langka Anda lihat. Selain pegunungan kapur, terdapat sebuah telaga yang berada di antara bebatuan besar dan menjadi tempat pertemuan air dari pegunungan.

3. Desa Ke’te Ke’su

Desa yang telah menjadi objek wisata ini berada di kawasan perbukitan serta persawahan sehingga pemandangan alam yang dihadirkan pun sangat hijau dan asri. Di Desa Kete Kesu terdapat sebuah kompleks rumah adat Toraja yang disebut Tongkonan. Tongkonan inilah yang seringkali menjadi tempat penyimpanan sementara bagi jenazah yang telah dibungkus kain sebelum dikuburkan.

Selain itu, di bagian atas tebing bukit Kete Kesu, terdapat kuburan batu yang merupakan peninggalan purbakala yang diperkirakan telah berusia ratusan tahun. Di Toraja, peti mati tempat menyimpan jenazah biasanya diletakkan di gua-gua batu tertentu tanpa dikubur di dalam tanah. Oleh karena itu, tak jarang juga peti mati juga sekaligus dianggap sebagai makam.

Di tebing paling atas, terdapat kuburan batu sekaligus peti mati yang menyerupai perahu. Di kuburan berupa perahu ini terdapat tengkorak-tengkorak dan tulang-tulang manusia yang telah meninggal puluhan hingga ratusan tahun lalu. Di beberapa titik tebing, terdapat juga aneka sesajen yang terdiri atas rokok dan berbagai makanan serta minuman. Konon, sesajen yang disajikan di kuburan-kuburan ini berisi kudapan yang disukai oleh orang yang telah meninggal tersebut semasa hidupnya.

4. Londa/Lemo

Londa merupakan sebuah kompleks makam yang ada di sebuah tebing batu Toraja. Londa ini dijadikan objek wisata Tana Toraja yang juga cukup populer. Jaraknya adalah sekitar 7 kilometer dari Rantepao.

Lokasi wisata ini dapat didatangi dengan banyak kendaraan umum, seperti ojek atau bemo. Selain itu wisatawan yang menyewa mobil atau motor juga pasti lebih mudah mengaksesnya.

Di sana ada banyak oa atau lubang di tebing yang dipahat untuk meletakkan peti mati. Penempatan peti mati pun disesuaikan dengan aturan adat, yaitu sesuai garis keturunan.

5. Kambira

Kambira merupakan lokasi tempat pemakaman jenazah bayi. Kuburan bayi ini disebut Passiliran, Lokasi Pekuburan Bayi ini  di Kambira. Hanya Bayi yang meninggal sebelum giginya tumbuh dikuburkan di dalam sebuah lubang di pohon Tarra‘. Bayi bayai tersebut dianggap masih suci. Pilihan Pohon Tarra‘ sebagai pekuburan karena pohon ini memiliki banyak getah, yang dianggap sebagai pengganti air susu ibu. Dan mereka menganggap seakan akan bayi tersebut dikembalikan ke rahim ibunya. Dan berharap, pengembalian bayi ini ke rahim ibunya akan menyelamatkan bayi-bayi yang lahir kemudian.

6. Gunung Nona

Gunung Nona terletak di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Penampakan gunung yang mirip kelamin wanita itu bisa dilihat di tengah perjalanan dari Makassar ke Tana Toraja, tepatnya di Jalan Poros Enrekang-Toraja, Enrekang, Sulawesi Selatan. Kebetulan, saya dan tim Datsun Risers Expedition mampir untuk melihat pemandangan Gunung Nona ini.

Dari Makassar, wilayah ini bisa ditempuh sekitar 6 jam melalui jalur darat. Jalur pegunungan yang berliku, naik dan turun tentu membuat tenaga terkuras. Tak ada salahnya beristirahat sejenak sambil melihat pemandangan Gunung Nona.

7. Pantai Tanjung Bira

Keindahan pantai ini tidak diragukan lagi. Kawasan pantai nampak sangat bersih dan rapih, serta tertata dengan sangat baik. Pasir pantainya berbeda dengan pasir pantai lainnya dan membuat Tanjung Bira sangat nyaman. Tekstur pasirnya lembut sehingga menjadikannya objek wisata yang cukup diminati wisatawan.

Tanjung Bira merupakan pesona pantai dengan panorama alam pesisir pantai tropis yang terletak di ujung selatan Pulau Sulawesi. Pantai ini membujur dari sisi utara hingga selatan. Nampak sangat memukau dan membuat siapa saja yang berkunjung akan berdecak kagum akan keindahannya. Selain itu, pengunjung akan semakin dibuat nyaman dengan jajaran pohon kelapa serta bukit karang yang tampak kokoh.

Di kawasan pantai Sulawesi ini, para wisatawan dapat menghabiskan waktu liburnya dengan berenang, menyelam, snorkeling atau hanya sekedar berjemur menikmati segarnya angin yang berhembus. Pada saat pagi atau menjelang malam, wisatawan juga dapat melihat pesona matahari terbit dan terbenam dalam satu lokasi. Sebatas mata memandang ke laut lepas, wisatawan juga dapat menikmati keindahan Pulau Liukang dan Pulau Kambing.

About the Author

By rachel / Editor

Follow rachel
on Jun 04, 2018

No Comments

Leave a Reply