Map of Candi Gedong Songo

Top Rated Products

READY FOR A TRIP?

Dont hesitate to call us.
or CLICK to request.

081910831792support_img

Candi Gedong Songo

Krajan, Candi, Bandungan, Semarang, Jawa Tengah 50614
(Average 0 of 0 Ratings)
  • place-img
place-img

Candi Gedong Songo merupakan salah satu candi peninggalan budaya Hindu yang terletak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Tapi, tahukah kamu sejarah Candi Gedong Songo ini?

Candi Gedong Songo

Candi Gedong Songo adalah nama sebuah komplek bangunan candi peninggalan budaya Hindu yang terletak di desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia tepatnya di Lereng Gunung Ungaran. Di kompleks candi ini terdapat sembilan buah candi. Candi Gedong Songo ini dibangun pada jaman Mataram Kuno oleh Raja Putera Sanjaya. Kata Gedong Songo berasal dari bahasa Jawa, Gedong berarti bangunan atau rumah dan Songo berarti sembilan

Candi Gedong Songo ini ditemukan oleh Raffles pada tahun 1804 dan merupakan peninggalan budaya Hindu dari zaman Wangsa Syailendra Abad ke-9 (Tahun 927 masehi). Candi ini memiliki persamaan dengan kompleks Candi Dieng Wonosobo. Candi ini terletak pada ketinggian sekitar 1.200 m diatas permukaan laut sehingga suhu udara disini cukup dingin berkisar antara 19 – 27°C. Objek wisata ini juga dilengkapi dengan pemandian air panas dari mata air yang mengandung belerang, area perkemahan dan wisata berkuda. Ada beberapa arca di Candi Gedong Songo seperti Arca Lingga Yoni, Syiwa Mahaguru, Syiwa Mahakala, Syiwa Mahadewa, Maharsi Agastya, Ganesha Durgamahesasuramardhani. Di Candi Gedong Songo ini memiliki pemandangan yang luar biasa, semakin ke atas candi yang ada semakin lebih besar dari yang bawahnya. Jika melihat dari bukit di atas Candi Gedong Songo ini terlihat seperti candi yang berada di atas awan.

Pada tahun 1916, Pemerintah Belanda secara resmi mulai melakukan penelitian di komplek candi yang diserahkan tugas pada saat itu oleh Dinas Purbakala Belanda. Pada tahun 1928 – 1929  dilakukan pemugaran candi Gedong 1. Pada tahun 1930-1932 dilakukan pemugaran pada tahun 1977 – 1983, yang dipugar pada komplek candi gedong 3, 4 dan 5. Pada saat itu yang melakukan tugas pemugaran adalah SPSP, pada saat ini namanya berubah menjadi Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala. Pada tahun 2009 Pemerintah Indonesia mulai melakukan pemetaan ulang semua komplek Candi Gedong Songo. Letak Candi yang berada di perbukitan juga menunjukkan fungsinya yaitu sebagai tempat pemujaan. Karena menurut kepercayaan Hindu pada masa itu, gunung dianggap sebagai Khayangan atau surga tempat para dewa.