Museum Antonio Blanco

Jalan Raya Penestanan, Sayan, Gianyar, Bali
(Average 0 of 0 Ratings)
  • place-img
place-img

Presiden Soekarno, Adam Malik, Presiden Soeharto, hingga Michael Jackson merupakan pengagum serta kolektor lukisan dari pelukis yang tinggal di Bali selama 47 tahun ini. Siapa ya pelukis tersebut? Seperti apa ya museumnya?

No Hotels Found.

Choose hotels from back-end to show in this section.

No Destinations Found.

Choose destinations from back-end to show in this section.

Museum Antonio Blanco

Museum Antonio Blanco, sesuai namanya, merupakan museum yang didedikasikan untuk Mario Antonio Blanco. Beliau lahir di Manila, Philipina pada 15 September 1912 dan meninggal di Bali pada tanggal 10 Desember 1999. Pria keturunan Amerika – Spanyol ini pernah berpindah-pindah negara untuk bekerja dan mendapatkan inspirasi lukisan. Mulai dari California (USA), Florida (USA), Hawaii, Kamboja, Jepang, hingga akhirnya tiba di Bali. Ia pun menikahi seorang gadis bernama Ni Ronji tahun 1953, seorang penari tradisional Bali.

Baginya, Bali merupakan kombinasi sempurna untuk insipirasi melukis, mulai dari lingkungan yang tenang, budaya, tradisi, cinta kasih, serta pemandangan alam yang begitu luarbiasa membuat Antonio Blanco lebih bersemangat untuk menekuni bidang seni lukis yang sudah mendarah-daging. Hingga pada tanggal 28 Desember 1998 dibangunlah museum yang begitu megah, asri, dan nyaman. Diresmikan pada 15 September 2001, museum yang diberi nama internasional The Blanco Renaissance Museum ini memiliki koleksi lebih dari 300 karya Antonio untuk dipamerkan pada dunia.

Antonio Blanco menerima banyak penghargaan akan hasil karya seninya, seperti Tiffany Fellowship (sebuah penghargaan khusus dari perkumpulan Artist di Honolulu Hawai), penghargaan Chevalier du Sahametrai di Kamboja, penghargaan dari presiden Soekarno dan hadiah Seni Kritik di Spanyol. Antonio Blanco juga mendapatkan penghargaan dari Raja Spanyol yang pada saat itu Juan Carlos I, dengan memberikan gelar “Don” di depan namanya.

Saat memasuki Museum Antonio Blanco Bali, kamu akan disuguhi berbagai ornamen dan patung-patung. Seperti Patung Siwa yang memiliki 4 tangan di bagian taman, gapura lengkung, patung abstrak yang ada di gerbang masuk menuju ke ruangan Museum Antonio Blanco, patung naga, patung penari Bali dengan warna keemasan di bagian balkon bangunan, serta pilar-pilar penyangga museum di lantai pertama yang terlihat begitu kokoh.

Museum Antonio Blanco tidak hanya menjadi ruang pamer lukisan, tetapi juga menjadi penangkaran dan dipercaya pemerintah sebagai konservator bagi berbagai burung langka Indonesia dan luar negeri. Salah satu burung langka yang berhasil dikembangbiakan adalah jalak Bali. Dari hanya 3 ekor yang dipelihara, kini Museum Antonio Blanco telah berhasil mempunyai 250 ekor jalak Bali.

 

No Travellers Word

Leave a Review

Write a Review about Museum Antonio Blanco

Our Recommendations