Museum Fatahillah Jakarta

Pinangsia, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
(Average 0 of 0 Ratings)
  • place-img
  • place-img
  • place-img
  • place-img
place-imgplace-imgplace-imgplace-img

Kota Tua Jakarta menyimpan berbagai macam cerita. Salah satunya cerita mengenai sejarah kota DKI Jakarta yang tersimpan di Museum Fatahillah atau Museum Sejarah Jakarta. Yuk, kenali lebih dalam sejarah dan koleksi yang ada di museum dengan gaya arsitektur bangunan neoklasik ini!

Museum Fatahillah Jakarta

Museum Fatahillah. Merupakan nama yang lebih dikenal masyarakat ketimbang nama resminya yaitu Museum Sejarah Jakarta yang pada zaman kependudukan Belanda merupakan Stadhuis Van Batavia VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) atau Balai Kota VOC. Gedung ini mulai dibangun pada era kepemimpinan Gubernur Jendral Jan Pieterszoon Coen pada tahun 1620 dan diresmikan pada tahun 1710 oleh Gubernur Jendral Abraham Van Riebeeck. Pembangunannya yang memakan waktu lama akibat kondisi tanah yang labil, yang menyebabkan bangunan ini beberapa kali anjlok, sehingga diperlukan usaha pemugaran hingga peresmiannya.

Terletak di Jalan Taman Fatahillah, Jakarta Barat, museum ini menyimpan sekitar 23.500 koleksi barang bersejarah, baik berupa benda asli maupun replika. Diantaranya terdapat Prasasti Ciaruteun peninggalan kerajaan Tarumanegara, Meriam Si Jagur, sel tahanan Untung Suropati (1670) dan Pangeran Dipenogoro (1830). Disana juga akan kita temui lukisan para Gubernur Jendral VOC Hindia Belanda dari tahun 1602 hingga 1942. Selain itu, terdapat berbagai koleksi mebel antik peninggalan abad ke-17, alat petukangan zaman prasejarah, dan koleksi persenjataan. Sebelumnya, koleksi ini berada di Oud Batavia Museum atau Museum Jakarta Lama yang sekarang ini kita kenal dengan Museum Wayang. Museum Jakarta Lama didirikan oleh Yayasan Oud Batavia yang bertujuan untuk mengumpulkan segala hal yang berkaitan dengan sejarah kota Batavia dan diresmikan oleh Gubernur Jendral Tjarda van Starkenborgh Stachouwer pada tahun 1936.

Selain digunakan sebagai balai kota, gedung ini juga digunakan sebagai Raad van Justitie (dewan pengadilan). Pada tahun 1925-1942, aktivitas balai kota dipindahkan ke Koningsplein Zuid (sekarang Jl. Medan Merdeka No. 8-9, Jakarta Pusat), gedung ini dimanfaatkan sebagai Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga pada tahun 1942 sampai 1945 dijadikan sebagai kantor pengumpulan logistik Dai Nippon. Pada tahun 1952-1968 gedung ini menjadi markas Komando Militer Kota/KODIM 0503. Dan akhirnya pada 30 Maret 1974, gedung ini diresmikan Gubernur Ali Sadikin menjadi Museum Sejarah Jakarta.

Museum yang memiliki luas 1.300 meter ini beberapa ruangan untuk memamerkan koleksi, diantaranya Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Sultan Agung, Ruang MH Thamrin,  dan Ruang Batavia. Pembagian ruang dan penataan koleksi dipertimbangkan dari segi artistik dengan harapan dapat berfungsi optimal sebagai sumber informasi mengenai sejarah panjang kota Jakarta.

Tidak lengkap rasanya bila mengelilingi Jakarta namun tidak mengunjungi Museum Fatahillah. Jangan lama-lama, langsung saja hubungi Trip Specialist kami agar perjalanan field trip ke museum ini menyenangkan tanpa membuat Anda repot.

 

Our Technological services has been improved

Hubungi Trip Specialist kami atau Click untuk memesan Paket Wisata Edukasi ini.
Get Quote

No Travellers Word

Leave a Review

Write a Review about Museum Fatahillah Jakarta

Our Recommendations

Map of Museum Fatahillah Jakarta

BEST OVERLAND PACKAGE

BEST OVERLAND PACKAGE

BEST OUTBOUND VENUE

BEST OUTBOUND VENUE

Top Rated Products

READY FOR A TRIP?

Call us...
Or Click for a Quote.

+6281910831792support_img

Contact Us :

Head Office :

Bali View Point
Jl. Cirendeu Raya Kav.21
Tangerang Selatan - Indonesia

+62819 1083 1792 (Call/SMS/WA)




Chapter Jogja :

Griya Palem Hijau
Blok G20 Sleman
Yogyakarta - Indonesia

+62813 9271 5513 (Call/SMS/WA)

Product Categories