Map of Museum Kereta Api Sawahlunto

Top Rated Products

READY FOR A TRIP?

Dont hesitate to call us.
or CLICK to request.

081910831792support_img

Museum Kereta Api Sawahlunto

Museum Kereta Api, Sawahlunto, Sumatera Barat
(Average 0 of 0 Ratings)
  • place-img
  • place-img
  • place-img
place-imgplace-imgplace-img

Berkunjung ke Museum Kereta Api Sawahlunto membuat kalian akan terbayang bagaimana keadaan kejayaan kereta api di Sumatera Barat. Selain melihat-lihat isi koleksi museum, kalian juga bisa jalan-jalan menggunakan kereta tua, loh!

Museum Kereta Api Sawahlunto

Museum Kereta Api Sawahlunto berada di Jalan Kampung Teleng, Kelurahan Pasar, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Museum ini dulunya adalah sebuah stasiun kemudian pada 17 Desember 2005 dialih fungsikan sebagai museum dan diresmikan oleh Bapak Jusuf Kalla yang waktu itu menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.

Museum Kereta Api Sawahlunto memiliki koleksi yang terdiri dari gerbong, lokomotif uap, jam, alat-alat sinyal atau komunikasi, foto dokumentasi, miniatur lokomotif, brankas, dongkrak rel, label pabrik, timbangan, lonceng penjaga, dan baterai lokomotif. Dokumentasi foto di Museum Kereta Api Sawahlunto memperlihatkan masa-masa kejayaan kereta api di kota tambang batubara ini. Di jalur kereta api angkutan batubara Sawahlunto – Teluk Bayur sejauh 151,5 Km dibangun lima tempat pemberhentian, yaitu di Solok, Batubata, Padang Panjang, Kayu Tanam, dan terakhir di Teluk Bayur.

Alasan utama pembangunan awal kereta api di Sumatera Barat adalah sebagai sarana pengangkutan batu bara di Ombilin, Sawahlunto. Sebelumnya, tahun 1867 dilakukan penelitian oleh seorang ahli geologi W.H. de Greeve  dan setahun kemudian ditemukan kandungan batu bara di Ombilin.

Untuk memperlancar pengangkutan batubara, Pemerintah Kolonial Belanda memutuskan membangun jalur kereta api sepanjang 150 kilometer dari Pelabuhan Emmahaven (Teluk Bayur) ke Sawahlunto dengan melintasi Lembah Anai dan menyusuri Danau Singkarak. Pembangunan jalur kereta ini dilakukan Sumatra Staats Spoorwegen atau perusahaan kereta api negara Sumatera mulai tahun 1891 dan selesai seluruhnya pada tahun 1894.

Sedangkan gedung stasiun kereta api Sawahlunto sendiri dibangun pada 1912 dan memulainya untuk kepentingan pengangkutan batubara. Selama lebih dari 100 tahun kereta pengangkut batubara ini mampu menarik 200 gerbong yang berisikan batubara kualitas terbaik pada jaman penjajahan Belanda.

Sayangnya awal tahun 2000-an kemerosotan yang sangat tajam terjadi pada hasil batubara dan puncaknya pada 2003 sehingga pengangkutan batubara dengan kereta api dihentikan. Hingga saat ini stasiun hanya digunakan untuk melayani kereta wisata sewa dan reguler pada hari Minggu.

Tak jauh dari museum, tepatnya disamping terdapat depo tempat disimpannya lokomotif uap nomor seri E1060 buatan Jerman yang dikenal dengan Mak Itam. Nama Mak Itam, bukanlah asing di dengar, sebab lokomotif ini dulunya sempat bertengger di museum kereta api Ambarawa dan dipulangkan ke Sawahlunto tahun 2008 lalu.