Map of Museum MACAN

Top Rated Products

READY FOR A TRIP?

Dont hesitate to call us.
or CLICK to request.

081910831792support_img

Museum MACAN

Kebon Jeruk, Jakarta Barat
(Average 0 of 0 Ratings)
  • place-img
  • place-img
  • place-img
  • place-img
place-imgplace-imgplace-imgplace-img

Museum MACAN tidak hanya keren untuk difoto saja. Namun, melalui hasil karya seni kita juga dapat pengetahuan baru mengenai sejarah Indonesia. Museum ini juga ditata sangat modern sehingga kamu dijamin bakalan betah.

Museum MACAN

Museum MACAN atau Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara merupakan museum pertama di Indonesia yang didedikasikan untuk seni modern dan kontemporer. Museum MACAN lahir dari seorang kolektor seni sekaligus pengusaha asal Indonesia, Haryanto Adikoesoemo. Yang selama 25 tahun, pria yang mendapat penghargaan Authenticity, Leadership, Excellence, Quality, Seriousness in Art ini mengumpulkan sekitar 800 karya seni dengan komposisi 50% hasil karya seni dari Indonesia dann 50% lainnya dari negara-negara lain.  Hasil karya seni yang dipamerkan pun beragam mulai dari seni rupa modern tradisional hingga seni modern dan kontemporer dari seluruh dunia.

Museum MACAN berkomitmen untuk menjadi pusat pembelajaran seni melalui seni yang dipamerkan serta program yang ditawarkan. Tampilan museum yang ‘kekinian’ menjadi daya tarik tersendiri untuk dikunjungi sekaligus berfoto. Saking bagusnya tak heran museum ini mendapat predikat sebagai museum paling ‘instagramable’ karena memiliki berbagai spot unik layaknya museum-museum di luar negeri. Museum MACAN juga mengganti seluruh pamerannya setiap 3-4 bulan sekali agar tidak terkesan monoton sehingga pengunjung tidak bosan jika sudah pernah mengunjungi museum unik ini

Museum yang bertempat di lokasi strategis di Wisma AKR, Jalan Panjang No. 5, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, ini memiliki nursing room dan toilet yang sangat bersih. Juga coffee shop untuk sekedar menghilangkan rasa letih setelah berkeliling museum. Tidak hanya itu, disini juga tersedia Floating Garden, dimana anak-anak dapat menyalurkan hobi menggambar sekaligus mewarnai.

Pameran di Museum MACAN juga dilengkapi arsip-arsip yang menjadi bukti perjalanan sejarah seni rupa Indonesia. Beberapa arsip yang ditampilkan menjabarkan perkembangan seni di awal abad ke-20, mulai dari periode saat belum ada institusi seni rupa, pengaruh politik etis, kemunculan Batavia Kunstkring, hingga perpindahan zaman kolonialisasi dari Belanda ke Jepang. Sedangkan arsip lainnya yang menjelaskan perkembangan seni rupa Indonesia hingga masa seni kontemporer , tersebar di beberapa titik yang sesuai dengan subtema pameran. Di bagian lain terdapat karya maestro Raden Saleh yang jarang dilihat publik, yakni Javanese Mail Station (Kantor Pos Jawa), menampilkan pemandangan hutan hijau yang dibelah Jalan Raya Pos. Perjalanan di pameran Museum MACAN ditutup dengan bagian Racikan Global yang lebih mencampur seniman Indonesia dan internasional tanpa melihat batas-batas negara.

Banyaknya ilmu yang didapat setelah mengunjung museum ini menggambarkan bahwa di museum ini tidak hanya menghabiskan waktu dengan sekedar berfoto saja, namun juga dapat membuat pengunjung mempelajari sejarah dari sisi seni. Sehingga, motto museum mengenai ‘berkomitmen mengenalkan seni yang dapat diakses seluruh masyarakat terutama kaum muda dan anak-anak’ dapat diwujudkan.