Museum Seni Rupa dan Keramik

Pinangsia, Jakarta Barat
(Average 0 of 0 Ratings)

Museum Seni Rupa dan Keramik tidak hanya memiliki bangunan bersejarah yang indah. Koleksinya pun menarik dikunjungi karena banyak hasil karya seni rupa dan keramik yang langka. Kenali lebih dekat mengenai cerita museum ini, yuk!

Museum Seni Rupa dan Keramik

Museum Seni Rupa dan Keramik dibangun pada 12 Januari 1870. Awalnya digunakan oleh Pemerintah Hindia Belanda sebagai Kantor Dewan Kehakiman pada Benteng Batavia (Ordinaris Raad van Justitie Binnen Het Kasteel Batavia). Bangunannya bergaya Neo-klasik dengan delapan tiang besar di bagian depan persis seperti bangunan Romawi.

Museum ini memiliki koleksi dari hasil karya seniman-seniman Indonesia sejak kurun waktu tahun 1800 hingga sekarang. Untuk koleksi seni lukis Indonesia dibagi menjadi beberapa ruangan berdasarkan periodisasi, yaitu:

  • Ruang Masa Raden Saleh (karya-karya periode 1880-1890)
  • Ruang Masa Hindia Jelita (karya-karya periode 1920-an)
  • Ruang Persagi (karya-karya periode 1930-an)
  • Ruang Masa Pendudukan Jepang (karya-karya periode 1942-1945)
  • Ruang Pendirian Sanggar (karya-karya periode 1945-1950)
  • Ruang Sekitar Kelahiran Akademis Realisme (periode 1950-an)
  • Ruang Seni Rupa Baru Indonesia (periode 1960-sekarang)

Gedung yang pernah dijadikan sebagai asrama militer saat Jepang menduduki Indonesia ini diresmikan menjadi Balai Seni Rupa oleh Presiden Soeharto selaku presiden Republik Indonesia saat itu pada 20 Agustus 1976 atas inisiatif Adam Malik. Hingga pada tahun 1990, gedung ini difungsikan menjadi Museum Seni Rupa dan Keramik Indonesia. Sebelum akhirnya diresmikan, gedung ini sempat menjadi Kantor Dinas Museum dan Sejarah DKI Jakarta pada tahun 1968-1975, dan pada tahun 1973-1976 menjadi Kantor Walikota Jakarta Barat.

Di lantai dua, kita dapat menemui ruangan kecil yang berisi berbagai koleksi keramik dari luar negeri, seperti Cina, Belanda, Jerman, Timur Tengah, Thailand, dan Vietnam. Koleksi keramik dari Cina berasal dari kargo kapal yang karam di perairan Indonesia. Keramik tertua di museum ini berasal dari jaman Dinasti Tang (618M-969M). Selain itu, terdapat juga keramik yang berasal dari Dinasti Ming, Dinasti Yuan, Dinasti Song, dan Dinasti Qing.

Untuk koleksi keramik lokal berasal dari berbagai daerah seperti Aceh, Bali, Bandung, Jakarta, Lampung, Lombok, Malang, Medan, Palembang, Purwakarta, Yogyakarta, dan masih banyak lagi. Diantara koleksi keramik, terdapat keramik jaman Majapahit dari abad ke-14. Total terdapat 500 karya seni berupa patung, totem kayu, lukisan, sketsa, dan batik lukis yang disimpan di museum yang berlokasi di Jalan Pos Kota No. 2, Jakarta Barat ini.

Museum Seni Rupa dan Keramik Indonesia menampilkan koleksi seni yang langka dan sayang bila dilewatkan karena berguna untuk memperkaya pengetahuan mengenai sejarah seni rupa. Sebelum kesana, hubungi wisatasekolah.com dulu agar field trip ke museum tidak membosankan.

Our Technological services has been improved

Hubungi Trip Specialist kami atau Click untuk memesan Paket Wisata Edukasi ini.
Get Quote

No Travellers Word

Leave a Review

Write a Review about Museum Seni Rupa dan Keramik

Our Recommendations

Map of Museum Seni Rupa dan Keramik

BEST OVERLAND PACKAGE

BEST OVERLAND PACKAGE

BEST OUTBOUND VENUE

BEST OUTBOUND VENUE

Top Rated Products

READY FOR A TRIP?

Call us...
Or Click for a Quote.

+6281910831792support_img

Contact Us :

Head Office :

Bali View Point
Jl. Cirendeu Raya Kav.21
Tangerang Selatan - Indonesia

+62819 1083 1792 (Call/SMS/WA)




Chapter Jogja :

Griya Palem Hijau
Blok G20 Sleman
Yogyakarta - Indonesia

+62813 9271 5513 (Call/SMS/WA)

Product Categories