Map of Museum Tsunami Aceh

Top Rated Products

READY FOR A TRIP?

Dont hesitate to call us.
or CLICK to request.

081910831792support_img

Museum Tsunami Aceh

Museum Tsunami Aceh, Sukaramai, Banda Aceh, Aceh
(Average 0 of 0 Ratings)
  • place-img
  • place-img
  • place-img
  • place-img
place-imgplace-imgplace-imgplace-img

Tidak lengkap rasanya, bila berkunjung ke Aceh tanpa mengunjungi Museum Tsunami Aceh. Museum ini menyimpan peninggalan-peninggalan bencana tsunami serta dapat mengetahui bagaimana paniknya perasaan masyarakat saat dilanda tsunami.

Museum Tsunami Aceh

Museum Tsunami Aceh terletak di pusat kota Banda Aceh, tidak jauh dengan Masjid Raya Baiturrahman yang kami kunjungi sebelumnya. Museum Tsunami Aceh adalah sebuah museum untuk mengenang kembali pristiwa tsunami yang maha dahysat yang menimpa Nanggroe Aceh Darussalam pada tanggal 26 Desember 2004 yang menelan korban kurang lebih 240.000 orang.

Museum Tsunami Aceh dirancang oleh arsitek asal Bandung, Ridwan Kamil. Museum ini merupakan sebuah struktur empat lantai dengan luas 2.500 m² yang dinding lengkungnya ditutupi relief geometris. Museum ini dibuka pada tahun 2009 dan dibangun dengan tujuan untuk mengenang para korban bencana tsunami, sebagai pusat penelitian dan pembelajaran tentang bencana tsunami, dan pusat evakuasi jika bencana tsunami terjadi lagi. Selain itu, juga sebagai simbol kekuatan masyarakat Aceh dalam menghadapi bencana tsunami.

Ketika masuk ke dalam museum, pengunjung harus melalui lorong sempit dan gelap di antara dua dinding air yang tinggi. Desain ruang tersebut bertujuan untuk mengingatkan kembali suasana dan kepanikan saat terjadi tsunami. Dinding museum dihiasi gambar orang-orang menari Saman, sebuah makna simbolis terhadap kekuatan, disiplin, dan kepercayaan religius masyarakat Aceh. Dari atas, atapnya terbentuk gelombang laut. Lantai dasarnya dirancang mirip rumah panggung tradisional khas Aceh yang selamat dari terjangan gelombang tsunami. Desain dari museum ini mengutamakan secondary skin yang terbuat dari GRC dengan motif geometris.

Bangunan museum ini dari arah luar terlihat berbentuk seperti kapal, dengan sebuah mercusuar berdiri tegak di atasnya. Tampilan eksterior yang luar biasa unik mengekspresikan keberagaman budaya Aceh yang terlihat dari ornamen dekoratif unsur transparansi elemen kulit luar bangunan. Desain Museum Tsunami Aceh disebut ‘Rumoh Aceh Escape Hill’. Hebatnya, museum tersebut tidak hanya berfungsi sebagai monumen peringatan, tapi sebagai tempat perlindungan dari bencana tsunami. Berkaca dari tragedi Tsunami Aceh 2004, Ridwan Kamil membuat taman berbentuk bukit yang dapat dijadikan lokasi penyelamatan apabila bencana tersebut terjadi lagi di masa mendatang. Atapnya yang landai dimaksudkan untuk menampung penduduk. Berkunjung ke Museum Tsunami Aceh tidak hanya sebagai simbol bersejarah namun juga sebagai pelajaran apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana alam.