WISATA KE MASJID JAKARTA 2017

Untuk mengisi bulan Ramadhan, wisatasekolah.com mengadakan #wisatakemasjid. Peserta yang ikut terdiri dari berbagai kalangan dan tidak semuanya muslim, loh. Namun, mereka sangat antusias dan tertib serta sopan. Jumlah perserta pun dibatasi mengingat kami berjalan menyusuri Jakarta dengan bus. Tidak memungkinkan untuk menggunakan bus yang besar. Acara dimulai pukul 9 pagi dengan titik kumpul di Masjid Istiqlal. Bayt Al-Qur’an menjadi destinasi pertama yang dituju. Perjalanan dipandu oleh JakartaGoodGuide yang dapat dijamin tak akan membosankan. Untungnya, perjalanan kami hari itu lancar dan bebas dari macet. Sampai di Bayt Al-Qur’an, kami langsung turun dan berkeliling sembari dijelaskan oleh Mas Candha dari JGG. Disini, kami melihat banyak sekali karya-karya ulama dan intelektual muslim Nusantara dari abad ke 17 hingga abad ke 20.

Setelahnya, kami menuju ke Masjid Ramlie Musofa yang berada di Sunter. Sesampainya di Masjid yang dibangun dari dana pribadi seorang mualaf Tionghoa bernama Ramlie Rasidin ini, bertepatan dengan adzan shalat Dzuhur. Masjid ini sangat indah dan petugasnya pun sangat ramah. Saking indahnya, hingga banyak peserta yang lupa waktu karena foto-foto. Wajar peserta terpukau karena bangunan masjid ini terinspirasi oleh Taj Mahal di India. Masjid yang selesai dibangun tahun 2016 ini, merupakan wujud dari mimpi Pak Ramlie sejak tahun 1970. Wow sudah lama sekali ya!

Lanjut dari Masjid Ramlie Musofa, kami bertandang ke Masjid Luar Batang. Masjid yang dibangun sejak abad 18 ini menyimpan banyak cerita mulai dari mengenai pendirinya hingga nasib bangunan masjid dewasa ini. Yang disayangkan, bangunan masjid ini sudah berubah total dan yang tersisa hanya pilar yang dulunya merupakan penyangga atap masjid sebelum akhirnya direnovasi.

Setelahnya, kami mengunjungi Masjid Angke. Begitu sampai kami langsung shalat sunah di masjid tua yang telah dibangun dari tahun 1761 ini. Masjid ini diarsiteki oleh Syaikh Liong Tan, yang makamnya berada di halaman belakang masjid. Bentuk bangunannya unik, merupakan perpaduan antara arsitektur Bali, Belanda, Jawa, dan Tionghoa. Tidak hanya kagum dengan bentuk bangunan dan cerita sejarahnya, pengurus masjid yang ramah dan bersahaja, membuat kami betah berlama-lama disini.

Puas bersantai dan bernostalgia mengenai keharmonisan di tanah Jakarta, kami lanjut lagi kembali ke Masjid Istiqlal.  Masjid nasional Indonesia ini pembangunannya diprakarsai oleh Presiden Republik Indonesia yang pertama, Soekarno, dan dirancang oleh seorang Kristen Protestan bernama Frederich Silaban, yang juga membangun Stadion Gelora Bung Karno dan Monumen Nasional. Masjid ini dibangun dari tahun 1951 dan selesai pada 1978. Masjid terbesar di kawasan Timur Asia ini merupakan masjid terakhir kami sebelum akhirnya acara dibubarkan menjelang buka puasa. #wisatakemasjid membuat weekend terasa lebih menyenangkan dan berkesan karena kegiatan berkunjung ke masjid ternyata membuat kita turut menghargai sejarah.

Posted In:    

Other Details

  • Submitted On : 11 Aug 2017

No Comments

Leave a Reply