fbpx
+62819 1083 1792 info@wisatasekolah.com

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.
Please agree to all the terms and conditions before proceeding to the next step

Already a member?

Login
+62819 1083 1792 info@wisatasekolah.com

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.
Please agree to all the terms and conditions before proceeding to the next step

Already a member?

Login
Belajar Matematika Melalui Gerakan? Mengapa Tidak?

Apakah bermain memiliki manfaat untuk anak Anda? Anak Anda senang bermain sepanjang waktu? Ada kalanya Anda merasa khawatir karena anak-anak tidak ingin belajar.

Bermain merupakan dunia anak-anak. Mengapa? Karena masa anak-anak merupakan masa pertumbuhan dan dengannya, anak-anak butuh waktu bermain. Memang anak-anak juga membutuhkan belajar. Namun cara belajar anak-anak dengan orang dewasa sangatlah berbeda.

Jika Anda belajar dengan suasana yang tenang dan konsentrasi penuh, tidak demikian dengan anak. Anak butuh sesuatu yang menarik agar ia bisa belajar. Caranya ialah dengan bermain.

Berikut manfaat bermain yang harus diketahui oleh orangtua agar cara belajar anak meningkat:

1. Anak belajar melalui permainan mereka

Jangan meremehkan nilai bermain. Anak-anak belajar dan mengembangkan:

  • keterampilan kognitif – seperti matematika dan pemecahan masalah di toko atau warung
  • kemampuan fisik – seperti balancing blocks dan berlari di taman bermain
  • kosa kata baru – seperti kata-kata yang mereka butuhkan untuk bermain dengan dinosaurus mainan
  • keterampilan sosial – seperti bermain bersama teman sebaya berpura-pura dalam mobil
  • keterampilan melek huruf – seperti berperan membuat menu untuk restoran

2. Bermain itu sehat.

Bermain membantu anak tumbuh kuat dan sehat. Ini juga menangkal masalah obesitas yang dihadapi banyak anak saat ini.

3. Putar mengurangi stres

Bermain membantu anak-anak Anda tumbuh secara emosional. Ini menyenangkan dan memberikan jalan keluar untuk kegelisahan dan stres.

4. Bermain lebih dari sekedar memenuhi mata.

Bermain sederhana dan rumit. Ada banyak jenis permainan: simbolis, sosiodramatis, fungsional, dan permainan dengan aturan – untuk memberi nama beberapa saja. Periset mempelajari banyak aspek bermain: bagaimana anak belajar bermain, bagaimana bermain di luar mempengaruhi kesehatan anak-anak, efek dari waktu bermain, hingga kebutuhan untuk istirahat di hari sekolah.

5. Luangkan waktu untuk bermain.

Sebagai orang tua, Anda adalah pendukung terbesar pembelajaran anak-anak Anda. Anda dapat memastikan mereka memiliki banyak waktu untuk bermain mungkin di siang hari untuk mempromosikan perkembangan kognitif, bahasa, fisik, sosial, dan emosional.

6. Bermain dan belajar berjalan beriringan

Mereka bukan kegiatan yang terpisah. Mereka terjalin. Pikirkan tentang mereka sebagai ceramah sains dengan laboratorium. Bermain adalah lab anak.

7. Bermain di luar

Ingat pengalaman luar Anda sendiri membangun benteng, bermain di pantai, kereta luncur di musim dingin, atau bermain dengan anak-anak lain di lingkungan sekitar. Pastikan anak-anak Anda menciptakan kenangan luar juga.

8. Ada banyak hal yang perlu dipelajari tentang bermain

Ada banyak tulisan tentang anak-anak dan bermain. Berikut adalah beberapa artikel NAEYC dan buku tentang permainan. David Elkind’s The Power of Play (Da Capo, cetak ulang 2007) juga merupakan sumber yang bagus

9. Percayai naluri Anda sendiri yang menyenangkan

Ingat sebagai anak bagaimana bermain hanya datang secara alami? Beri anak Anda waktu untuk bermain dan lihatlah semua yang mereka mampu saat diberi kesempatan.

10. Bermain adalah konteks anak untuk belajar

Anak-anak berlatih dan memperkuat pembelajaran mereka di berbagai bidang selama bermain. Ini memberi mereka tempat dan waktu untuk belajar yang tidak bisa dicapai dengan mengisi lembar kerja. Misalnya, dalam bermain restoran, anak-anak menulis dan menggambar menu, mengatur harga, menerima pesanan, dan melakukan pengecekan. Bermain menyediakan kesempatan belajar yang kaya dan mengarah pada kesuksesan dan harga diri anak-anak.

Leave a Reply