model pembelajaran

5 Model Pembelajaran Kreatif untuk Anak Milenial

Model pembelajaran kreatif sudah banyak berkembang dan berinovasi. Banyaknya model pembelajaran ini bisa menjadi referensi untuk lebih meningkatkan minat belajar terutama pada anak. Dengan menggunakan metode pembelajaran yang bermacam-macam, anak akan lebih tertarik dan lebih merasa nyaman untuk mengikuti proses belajar dan mengajar. Juga membantu anak agar tidak cepat bosan.

Model pembelajaran ini bisa diterapkan untuk berbagai kalangan usia. Akan tetapi model pembelajaran seperti yang akan dijelaskan di bawah ini lebih tepat jika ditujukan untuk anak. Model pembelajaran berikut banyak diterapkan untuk anak usia sekolah dasar bahkan hingga usia belasan. Selain meningkatkan semangat belajar, penggunaan model atau metode pembelajaran ini juga membuat proses pembelajaran lebih efektif.

Berbagai Model Pembelajaran Kreatif

1. Role Playing

Role playing adalah salah satu model pembelajaran yang banyak diminati. Dengan sebuah permainan anak bisa lebih bersemangat dan lebih tertarik untuk mengikuti proses pembelajaran tanpa merasa tertekan dengan materi yang akan diberikan. Cara melakukan role playing adalah.

  • Tentukan skenarionya
  • Buat kelompok setidaknya 5 orang
  • Beri penjelasan soal kompetensi yang akan dicapai
  • Masing-masing kelompok memeragakan skenario yang telah diberikan
  • Setelah itu beri kesempatan mereka untuk membahas hal yang sudah mereka perankan
  • Masing-masing kelompok menyampaikan kesimpulan
  • Evaluasi

2. Talking stick

Talking stick bisa dibilang sebagai salah satu metode pembelajaran kreatif yang efisien. Dengan cara ini, anak akan lebih banyak belajar untuk mempersiapkan diri ketika dirinya ditunjuk. Dengan metode atau model ini, pembelajaran juga akan dirasa lebih menyenangkan dan menantang. Bagaimana cara melakukannya?

  • Siapkan sebuah tongkat
  • Sampaikan materi yang akan dipelajari sebagai pembukaan, beri kesempatan anak untuk membaca dan mempelajari materi tersebut
  • Setelah membaca beberapa menit, mulai permainan
  • Metode ini bisa dikreasikan dengan memutar musik saat tongkat diputar
  • Matikan musik dan kepada anak yang memegang tongkat tersebut, beri dia pertanyaan sesuai dengan materi yang telah dipelajari

3. Tebak kata

Metode atau model pembelajaran dengan tebak kata bisa menjadi salah satu metode yang menyenangkan. Seperti namanya, model atau metode pembelajaran tebak kata ini akan membuat anak seperti dalam permainan tebak-tebakan yang pastinya berisi beberapa pertanyaan dan petunjuk dari materi yang sudah dipelajari sebelumnya. Seperti apa caranya?

  • Buat atau siapkan kertas kecil yang berisi petunjuk
  • Sebagai contoh: aku adalah mamalia laut, tubuhku besar dan tinggal di laut dalam, siapakah aku?
  • Sertakan juga jawabannya di bagian bawah kertas
  • Buat anak berpasang-pasangan atau dalam kelompok yang lebih besar, yang bisa menjawab akan mendapat poin

4. Dragon Ball

Dragon Ball adalah model pembelajaran yang tidak kalah menyenangkan. Anak-anak akan dengan semangat saling membuat pertanyaan untuk diberikan kepada teman-temannya ketika belajar bersama. Bagaimana caranya?

  • Sampaikan materi yang akan disajikan
  • Bentuklah kelompok-kelompok dan panggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi yang disampaikan
  • Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang telah disampaikan kepada temannya
  • Kemudian masing-masing anak diberikan satu lembar kertas kerja, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok
  • Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu anak ke anak yang lain secara acak selama ± 15 menit
  • Setelah setiap anak mendapat satu bola/satu pertanyaan, kemudian berikan kesempatan kepada setiap anak untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian
  • Setelah semua anak mendapat giliran, lakukann;ah evaluasi terhadap materi yang disampaikan tadi.

5. Alat Peraga

Ada juga model pembelajaran melaui alat peraga yang tidak kalah menarik. Kita bisa menggunakan metode ini untuk mata pelajaran yang biasanya tidak disukai oleh anak, matematika contohnya. Matematika acapkali menjadi pelajaran yang ditakuti para siswa. Namun, Juli Eko Sarwono berhasil mengubah metode mengajarnya yang otoriter dan text book menjadi fun. Ia adalah seorang guru Matematika di SMP 19 Purworejo. Dulu, Juli menerapkan metode belajar yang membuat siswanya takut belajar mata pelajaran hitung-hitungan tersebut. Ia bahkan dikenal sebagai guru Matematika tergalak.

Akan tetapi, Juli mengubah itu semua. Semua sebutan galak yang diberikan siswa pada dirinya sirna. Ia menerapkan metode belajar yang cukup unik dengan alat peraga, misalnya motornya. Motor tersebut dimasukkan ke kelas hanya untuk sebagai contoh dalam materi tabung dan lingkaran. Niat banget ya? Tapi, cara ini tidak sia-sia dilakukan karena membuatnya masuk nominasi Liputan 6 Award 2013. Nilai para siswa di sekolahnya pun meningkat dengan penerapan metode tersebut.

Nah, diatas adalah beberapa model pembelajaran kreatif yang bisa diterapkan untuk memotivasi anak belajar lebih giat. Jadi, model pembelajaran apa yang anda pilih untuk mengajar murid?

About the Author

on Jun 18, 2019

No Comments

Leave a Reply