fbpx
+62819 1083 1792 info@wisatasekolah.com

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.
Please agree to all the terms and conditions before proceeding to the next step

Already a member?

Login
+62819 1083 1792 info@wisatasekolah.com

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.
Please agree to all the terms and conditions before proceeding to the next step

Already a member?

Login

Pengertian Well-Being (Kesejahteraan atau Kebahagiaan?)

Pengertian Well-Being (Kesejahteraan atau Kebahagiaan?)

Pengertian Well-Being (Kesejahteraan atau Kebahagiaan?)

Definisi Well-Being

Secara harfiah, dalam bahasa Indonesia, pengertian dari “Well-Being” yaitu Kesejahteraan.  Ketika membicarakan gagasan tentang apa yang membuat hidup baik untuk individu, istilah well-being lebih digunakan dibandingkan dengan happiness

Mengutip dari virgin.com mengenai perbedaan happiness dengan well-being,   Monideepa Tarafdar seorang Professor di bidang Sistem Informasi di Universitas Lanchaster Management School. Yang dimana salah satu topik yang menjadi perhatian nya adalah kesejahteraan organisasi dan individu.

Dia percaya bahwa “kebahagiaan adalah kondisi yang lebih mendalam” yang tidak hanya berdampak pada satu aspek dalam kehidupan kita. “Ini adalah cara pandang terhadap sesuatu dan seseorang. Kesejahteraan (dalam dunia kerja) merupakan suatu hal yang temporer/hanya bersifat sementara, dengan jumlah faktor yang dapat merubah nya”

Secara bidang keilmuan, konsep well-being ini berasal dari cabang ilmu psikologi. Sehingga erat kaitan nya dengan psychological well-being. Meskipun demikian , hal ini juga berkaitan erat dengan cabang ilmu theologi dan bahkan medis. Hal ini dapat tergambarkan dari pernyataan berikut:

Pada orang dewasa, well-being bisa didefinisikan sebagai berikut:
Lebih dari sekadar tidak adanya penyakit atau patologi […dengan] dimensi subjektif (penilaian diri) dan objektif (anggapan). Ini bisa diukur pada level individual atau masyarakat [dan] itu akun untuk elemen dari kepuasan hidup yang tidak bisa di definisikan, dijelaskan atau lebih utama dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi. (McAllister, 2005)
Sedangkan untuk anak-anak, ada sebuah pendekatan dari  Boyden, Ling, dan Myers dalam penelitian mereka yang berjudul What Works for Working Children.
  1. Perkembangan dan ketertarikan dari anak-anak berbeda pada setiap tempatyang berbeda pula dan konteks.
  2. Dalam beberapa masyarakat, tidak semua anak dianggap sama/setara dan ini berdampak besar pada pengalaman anak di masa kanak-kanak.
  3. Anak-anak bukan penerima pasif melainkan kontributor aktif padaperkembangan dirinya.
  4. Perkembangan anak di mediasi oleh susunan faktor personal dan lingkungan dan karena itu pengalaman anak memiliki efek yang tidak langsung dan kompleks terhadap kesejahteraan mereka sendiri.
  5. Hubungan diantara aspek yang berbeda pada perkembangan anak adalah sinergis satu dengan yang lain.
  6. Anak memiliki kapasitas jamak yang perlu didukung dan setiap masyarakat yang berbeda menghasilkan permintaan dan kesempatan yang berbeda pula untuk pembelajaran anak, yang tentunya akan menghasilkan output perkembangan yang berbeda pula.
  7. Perbedaan strategi dalam melindungi anak memiliki hasil perkembangan yangberbeda dan pada beberapa masyarakat akhir-akhir ini memaparkan bahwa untuk bekerja adalah suatu dorongan sebagai strategi untuk melindungi diri.
  8. Anak sangat mudah beradaptasi dan berkembang pada konteks dalam perubahan konstan dan kontradiksi.
  9. Penerimaan oleh keluarga memiliki peran penting dalam perkembangan di dalam masyarakat yang dikenal mementingkan hak kelompok diatas individu, dalam masyarakat seperti itu kerja anak adalah salah satu mekanisme penting dalam integrasi keluarga. 

Dari berbagai definisi mengenai Well-Being, dapat diambil suatu benang merah mengenai pengertian dari Well-Being, yaitu :

Konsep kesejahteraan terdiri dari dua elemen utama: merasa baik dan berfungsi dengan baik. Perasaan bahagia, puas, senang, ingin tahu, dan keterlibatan adalah karakteristik seseorang yang memiliki pengalaman positif dalam hidup mereka. Yang sama pentingnya bagi kesejahteraan adalah fungsi kita di dunia. Mengalami hubungan positif, memiliki kendali atas kehidupan seseorang dan memiliki perasaan memiliki tujuan adalah semua atribut penting dari kesejahteraan.

 

Referensi Materi :

https://www.virgin.com/entrepreneur/are-wellbeing-and-happiness-same-thing

 

Leave a Reply