Home Wisata Sejarah Wisata Kerajaan Nusantara: Jejak Majapahit, Sriwijaya, dan Mataram

Wisata Kerajaan Nusantara: Jejak Majapahit, Sriwijaya, dan Mataram

Sebelum ada Indonesia, sudah ada Nusantara. Dan di Nusantara itu berdiri kerajaan-kerajaan yang kejayaannya bukan hanya cerita dalam buku sejarah, tapi warisan yang masih bisa disentuh, dilihat, dan dirasakan hingga hari ini.

Majapahit yang pada puncak kejayaannya di abad ke-14 menguasai hampir seluruh kepulauan Nusantara dan jaringan perdagangannya membentang dari Semenanjung Malaya hingga Papua. Sriwijaya yang selama hampir enam abad menjadi pusat kekuasaan maritim di Asia Tenggara dan pusat pembelajaran Agama Buddha yang mengundang pelajar dari seluruh Asia. Mataram Islam yang menjadi penerus kebesaran Jawa dan meninggalkan warisan seni, sastra, dan arsitektur yang luar biasa.

Kerajaan-kerajaan ini bukan dongeng. Jejaknya masih ada dan bisa dikunjungi.

1. Majapahit: Jejak Kerajaan Terbesar Nusantara di Trowulan

Trowulan, sebuah kecamatan di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, adalah situs ibukota Kerajaan Majapahit yang berjaya pada abad ke-13 hingga ke-15. Di sini, di bawah sawah dan ladang yang terhampar luas, tersimpan reruntuhan kota terbesar yang pernah ada di Nusantara.

Yang bisa dikunjungi di Trowulan:

  • Museum Trowulan. Menyimpan ribuan artefak Majapahit termasuk arca, keramik, perhiasan, dan berbagai benda yang ditemukan dari penggalian di seluruh kawasan Trowulan. Koleksinya memberikan gambaran tentang betapa canggih dan betapa kayanya peradaban Majapahit.
  • Candi Bajang Ratu. Gerbang megah berukuran besar yang merupakan salah satu struktur Majapahit yang paling terawat, diperkirakan dibangun pada abad ke-14.
  • Candi Tikus. Bangunan pemandian kerajaan yang unik berbentuk seperti kolam bertingkat dengan berbagai miniatur candi di sekelilingnya. Fungsinya sebagai tempat ritual keagamaan dan pemandian bangsawan Majapahit.
  • Kolam Segaran. Kolam buatan raksasa berukuran 375 x 175 meter yang dibangun Majapahit untuk keperluan upacara dan mungkin juga sebagai cadangan air. Ini adalah karya rekayasa hidraulik yang luar biasa untuk zamannya.

Baca juga: Museum Edukasi Interaktif: Bukan Tempat yang Membosankan

2. Sriwijaya: Imperium Maritim yang Tersembunyi di Palembang

Berbeda dari Majapahit yang meninggalkan reruntuhan fisik yang cukup banyak, Sriwijaya sangat sulit ditemukan secara arkeologis karena kemungkinan besar bangunan-bangunannya didominasi oleh kayu yang sudah lapuk. Tapi pengaruhnya sangat nyata dalam berbagai prasasti, berita dari sumber Tiongkok dan Arab, dan tradisi-tradisi yang masih hidup.

Museum Negeri Sumatera Selatan (Balaputradewa), Palembang menyimpan koleksi artefak Sriwijaya yang paling komprehensif yang bisa dikunjungi. Di sini tersimpan arca-arca Buddha yang indah, perhiasan emas, dan berbagai benda yang mencerminkan kemewahan dan kosmopolitanisme peradaban Sriwijaya.

Bukit Seguntang, Palembang adalah bukit kecil yang dalam tradisi lisan setempat diyakini sebagai situs penting Sriwijaya, tempat bersemayamnya tokoh-tokoh penting kerajaan. Beberapa arca Buddha dari masa Sriwijaya pernah ditemukan di sini.

3. Mataram Islam: Keraton Yogyakarta dan Solo sebagai Warisan Hidup

Berbeda dari Majapahit dan Sriwijaya yang hanya bisa diakses melalui reruntuhan dan museum, warisan Mataram Islam bisa dialami langsung di Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta yang masih berfungsi sebagai institusi budaya yang aktif.

Keraton Yogyakarta adalah istana yang masih ditinggali oleh Sultan Hamengku Buwono X dan keluarganya. Bagian-bagian tertentu dibuka untuk umum dan menampilkan koleksi seni, pusaka, dan berbagai artefak yang menceritakan sejarah panjang Dinasti Mataram sejak abad ke-16. Pertunjukan wayang, gamelan, dan tari Jawa klasik diadakan secara reguler di dalam kompleks keraton.

Keraton Surakarta (Solo) menyimpan koleksi pusaka dan artefak kerajaan yang sangat berharga, termasuk berbagai keris pusaka, gamelan sakral, dan koleksi batik keraton yang luar biasa.

4. Pelajaran dari Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Nusantara

  • Kejayaan Sriwijaya dan Majapahit dibangun di atas posisi strategis di jalur perdagangan global. Ini adalah pelajaran tentang geopolitik dan ekonomi yang sangat relevan untuk memahami posisi Indonesia hari ini.
  • Keruntuhan kedua kerajaan besar ini menawarkan pelajaran tentang berbagai faktor yang bisa menghancurkan bahkan peradaban yang paling kuat sekalipun: konflik internal, tekanan eksternal, dan kegagalan beradaptasi.
  • Warisan seni dan budaya Majapahit dan Mataram yang masih hidup dalam wayang, gamelan, batik, dan berbagai tradisi lainnya adalah bukti bahwa peradaban tidak harus berakhir ketika kerajaan yang melahirkannya runtuh.

Baca juga: 5 Destinasi Wisata Edukasi Terbaik Indonesia 2026

Rancang program wisata kerajaan Nusantara bersama WisataSekolah dan bawa siswa berjalan di tanah yang pernah menjadi pusat salah satu peradaban terbesar di Asia.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Hutan Indonesia menyimpan sekitar 10% dari seluruh spesies tumbuhan...

Get Latest Articles

Subscribe to our newsletter to get the latest information on educational tours and travel tips for schools.

Need Help?

Contact our team for more information on educational tour programs or bookings.

Want to Plan an Educational Tour?

Contact us for more information or consultation on educational tour programs for your school.