fbpx
+62819 1083 1792 info@wisatasekolah.com
+62819 1083 1792 info@wisatasekolah.com

Kekhawatiran orang tua ketika anak bermain lumrah terjadi, termasuk ketika ayah atau ibu khawatir ketika anak bermain sesuatu yang kotor. Tak pelak, anak pun dilarang bermain kotor-kotoran. Padahal menurut Mary Ruebush, ahli imonologi yang juga penulis buku Why Dirt is Good, menganjurkan orang tua, sesekali  memberi kesempatan kepada anak bermain kotor-kotoran dan setelahnya harus selalu memastikan untuk membersihkan tangan, kaki, dan tubuh anak yang kotor setelah bermain. Selain itu, pastikan anak juga dalam keadaan tidak sakit. Menurut Mary, ini alasan mengapa anak wajib bermain kotor-kotoran sejak usia dini:

  • Saat besentuhan dengan kotoran sistem imun anak akan merespon dengan membentuk antbodi, yang bisa menjaga sistem kekebalan tubuhnya ketika satu saat ia terpapar bakteri atau virus lagi
  • Sementara mencegah anak bersentuhan dengan parasit, virus dan bakteri akan meningkatkan risiko ia mengalami alergi seperti asma.
  • Bersentuhan dengan kuman di awal kehidupannya, termasuk kotoran hewan, mengurangi risiko gangguan jantung di usia dewasa
  • Kotoran di kulit ternyata mengandung bakteri yang bisa membantu menyembuhkan luka iris dan  tumit pecah-pecah
  • Bermain kotor-kotoran akan mengeluarkan serotin di dalam otak yang akan membuat perasaan relaks, meningkatkan mood dan mengurangi kecemasan.

Bermain kotor-kotoran dalam hal ini misalnya bermain tanah di halaman rumah atau bermain sesuatu yang ‘taraf’ kotornya masih dalam batas wajar. Nah, dengan anak bermain kotor-kotoran, itu akan membantu tubuhnya membangun sistem imun yang baik, demikian disampaikan Direktur Riset New England Biolabs di Massachusetts, Dr Sir Richard John Roberts.

“Terlalu baik higienitas, anak otomatis tidak terekspos lingkungan yang kotor dan itu membuat imunitasnya tidak terbentuk. Dengan kata lain, sistem imun anak prematur,” kata Richard

Ia menjelaskan, ketika terekspos sesuatu yang kotor, sistem imun anak akan merespons dengan membentuk antibodi. Nah, antibodi ini bisa menjaga sistem kekebalan tubuh anak bahkan dalam jangka waktu panjang ketika ia terpapar virus atau bakteri.

“Jadi orang tua tidak perlu terlalu protektif. Biarkan anak sesekali bermain di luar, bermain kotor-kotoran. Sebab, tak sedikit orang tua yang menganggap bermain kotor-kotoran adalah sesuatu yang amat berbahaya bagi anak,” tambah Richard.

Ketika anak terlalu banyak terekspos dengan sesuatu yang kotor, apa efek yang bisa terjadi? Richard mengatakan efek buruknya yakni anak bisa terinfeksi bakteri. Namun, itu jarang terjadi.

Richard menekankan, pada dasarnya masyarakat mesti mencintai bakteri. Sebab, masih banyak bakteri baik yang bermanfaat bagi tubuh, termasuk melindungi tubuh.

Nah, jadi sudah tak perlu ketar-ketir saat anak bermain kotor, kan?

Leave a Reply