wisata budaya indonesia - Wisata Tana Toraja

Nilai Budaya dan Keunikan yang Dapat Dipelajari dan Dilestarikan Kepada Anak Anda dari Suku di Tana Toraja, Indonesia

 

Telah banyak pembicaraan baru-baru ini tentang nilai budaya dan keunikan Tana Toraja. Suku Toraja merupakan suku yang berasal dan menetap di Tana Toraja hingga saat ini. Suku ini tinggal di pegunungan utara Sulawesi Selatan, Indonesia. Populasinya saat ini diperkirakan mencapai 1 juta jiwa. Sebagian dari mereka menganut kepercayaan Aluk To Dolo yang diakui sebagai bagian dari Agama Hindu Dharma.

Kata toraja berasal dari Bahasa Bugis; “to riaja” yang berarti “orang yang diam dan tinggal di negeri atas”. Suku ini dinamai Toraja oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1909.

Apa yang menjadi daya tarik suku ini? Toraja merupakan salah satu daerah di Indonesia yang sampai saat ini masih memegang erat budaya mereka dari jaman nenek moyang. Salah satu adat istiadat yang terkenal ialah ritual pemakaman, rumah adat tongkonan, dan berbagai ukiran kayu yang khas.

Kebanyakan masyarakat senang merayakan pesta ulang tahun atau pesta kelahiran. Pesta tersebut akan dirayakan semeriah mungkin untuk memperingati hari kelahiran. Namun berbeda di Tana Toraja. Suku Toraja sangat menghormati ritual kematian atau pemakaman sebagai tanda hormat kepada orang yang telah meninggal tersebut. Dan ritual tersebut biasanya dihadiri oleh ratusan orang dan bisa berlangsung selama beberapa hari.

Tana Toraja adalah tempat konservasi peradaban budaya Proto Melayu Austronesia yang masih terawat hingga kini. Kebudayaan adat istiadat, seni musik, seni tari, seni sastra lisan, bahasa, rumah, ukiran, tenunan dan kuliner yang masih sangat tradisional. Pemerintah Indonesia mengupayakan agar Tana Toraja bisa dikenal di dunia Internasional, salah satunya adalah mencalonkan Tana Toraja ke UNESCO untuk menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO. Kebanyakan masyarakat Tana Toraja hidup sebagai petani. Komoditi andalan dari daerah ini adalah sayur-sayuran, kopi, cengkeh, cokelat dan vanili. Pantai Tanjung Bira yang terletak di ujung paling selatan Propinsi Sulawesi Selatan ini terkenal karena memiliki pasir putih yang sangat lembut dan kejernihan pantainya.

Keunikan Toraja bukan hanya menjadi milik Suku Toraja sendiri, tapi juga miliki seluruh warga negara Indonesia. Bagaimana tidak, sebagai warga Indonesia, kita patut tahu dan turut melestarikan kebudayaan tersebut sebagai bagian dari Indonesia.

Berikut tiga kebudayaan yang menarik dari Tana Toraja:

1. Ritual Pemakaman

Berbeda dengan kebudayaan di wilaya Indonesia yang lainnya, proses pemakaman di Tana Toraja terbilang sangat rumit. Upacara untuk memberikan penghormatan terakhir kepada anggota keluarga yang meninggal menjadi sebuah upacara yang membutuhkan biaya yang sangat mahal, dikenal dengan Rambu Solo. Upacara pemakaman ini, bisa menunjukan status sosial seseorang di Tana Toraja. Semakin mewah dan besar upacaranya, maka menunjukkan orang tersebut semakin kaya. Sebaliknya, jika upacaranya berlangsung sederhana maka mereka harus mengumpulkan uang terlebih dahulu untuk menggelar upacara pemakaman tersebut.

Puncak dari upacara Rambu Solo dilaksanakan di sebuah lapangan khusus. Dalam upacara ini terdapat beberapa rangkaian ritual, seperti pembungkusan jenazah, pembubuhan ornament dari benang emas dan perak pada peti jenazah, dan penurunan jenazah ke lumbung untuk disemayamkan.

Selain itu, dalam upacara ini juga terdapat berbagai atraksi budaya, seperti adu kerbau, pementasan musik tradisional dan tarian Toraja.

2. Rumah Adat Suku Toraja

Tongkonan adalah rumah tradisional masyarakat Toraja, terdiri dari tumpukan kayu yang dihiasi dengan ukiran berwarna merah, hitam, dan kuning. Kata “tongkon” berasal dari bahasa Toraja yang berarti tongkon “duduk”. Selain rumah, Tongkonan merupakan pusat kehidupan sosial suku Toraja. Ritual yang berhubungan dengan rumah adat ini sangatlah penting dalam kehidupan spiritual suku Toraja. Oleh karena itu semua anggota keluarga diharuskan ikut serta karena melambangkan hubungan mereka dengan leluhur mereka. Menurut cerita rakyat Toraja, Tongkonan pertama dibangun di surga dengan empat tiang. Ketika leluhur suku Toraja turun ke bumi, dia meniru rumah tersebut dan menggelar upacara yang besar.

Pada kebudayaan Tana Toraja terdapat tiga jenis rumah Tongkonan, yang pertama yaitu Tongkonan layuk yang merupakan lokasi kekuasaan paling tertinggi yang digunakan untuk pusat pemerintahan. Kedua yaitu Tongkonan Pegambiran yaitu milik anggota keluarga yang mempunyai wewenang eksklusif dalam adat dan tradisi local. Dan yang ketiga Tongkonan batu spesifik anggota keluarga biasa yang menempatinya.

3. Strata Sosial dalam Masyarakat Toraja

Masyarakat asli Tana Toraja memiliki tali persaudaraan yang erat. Setiap mereka merupakan anggota dari sebuah keluarga besar. Namun, hubungan mereka bertalian dekat dengan kelas sosial. Masih terlihat jelas kelas sosial strata dalam kebudayaan Tana Toraja.

Kelas sosial diturunkan melalui ibu. adapun beberapa kelas sosial yang dikenal dalam kebudayaan Tana Toraja, seperti Bangsawan, orang biasa, dan Budha.

Pendapat mengatakan bahwa budak sudah dihapuskan sejak jaman penjajahan Belanda, namun sekarang masih ada sebagian masyarakat yang menjadi budak kelas bangsawan.

Para bangsawan akan sangat menjaga predikat kebangsawanannya. Kaum bangsawan juga harus melakukan ritual pemakaman yang meriah dan mewah, kemudian meletakkan jenazahnya di lok khusus.

Demikian tiga dari banyaknya keunikan yang ada di Tana Toraja. Anda masih penasaran mengenai tempat dan objek wisata yang dapat dikunjungi di Tana Toraja? Siapkan diri Anda dan keluarga untuk menyaksikan keindahan budaya, alam dan perairan Indonesia bersama wisataedukasi.id!

About the Author

By rachel / Editor

Follow rachel
on Jun 05, 2018

No Comments

Leave a Reply