Indonesia memiliki sekitar 1.600 benda, bangunan, dan kawasan yang resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya nasional. Di balik angka itu ada ribuan tahun sejarah manusia yang tersimpan dalam batu, kayu, logam, dan tanah: candi-candi Hindu-Buddha yang berdiri ribuan tahun, istana-istana kerajaan yang menyimpan kejayaan masa lalu, kota-kota kolonial dengan arsitektur yang mencerminkan pertemuan Timur dan Barat, dan situs-situs prasejarah yang menceritakan tentang manusia Nusantara jauh sebelum ada tulisan.
Kunjungan ke cagar budaya bukan hanya wisata. Ini adalah tindakan pelestarian itu sendiri.
1. Mengapa Cagar Budaya Membutuhkan Pengunjung yang Cerdas
Ada hubungan yang tidak selalu disadari antara wisatawan dan kelestarian cagar budaya. Ketika sebuah situs cagar budaya dikunjungi, diperhatikan, dan diceritakan oleh banyak orang, ia mendapat tekanan dan perhatian publik yang membuat pemerintah dan masyarakat lebih sulit untuk mengabaikan pelestariannya.
Sebaliknya, situs yang sepi dan terlupakan sangat rentan terhadap penelantaran, pencurian artefak, dan bahkan pengembangan properti yang merusak.
Tapi pengunjung yang tidak terdidik juga bisa menjadi ancaman: yang menyentuh batu relief berusia seribu tahun dengan tangan berkeringat, yang memanjat dinding candi untuk foto, atau yang mengambil batu atau keramik kecil sebagai kenangan. Inilah mengapa literasi wisata budaya sangat penting.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi menekankan bahwa pelestarian cagar budaya adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, komunitas lokal, dan masyarakat luas termasuk wisatawan.
Baca juga: Museum Edukasi Interaktif: Bukan Tempat yang Membosankan
2. Cagar Budaya Indonesia yang Paling Penting untuk Dikenal Pelajar
Candi Borobudur, Jawa Tengah. Stupa Buddha terbesar di dunia yang dibangun pada abad ke-8 dan ke-9 ini menyimpan lebih dari 2.600 panel relief yang menceritakan perjalanan spiritual dan kosmologi Buddha Mahayana dengan sangat lengkap. Setiap panel adalah teks yang bisa dibaca, dan membacanya membutuhkan panduan yang tepat.
Candi Prambanan, Jawa Tengah. Kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun hampir bersamaan dengan Borobudur oleh Kerajaan Mataram Kuno. Relief Ramayana yang mengelilingi candi utama Prambanan adalah salah satu ekspresi seni naratif terbesar di Asia.
Situs Prasejarah Sangiran, Jawa Tengah. Situs Warisan Dunia UNESCO ini adalah salah satu tempat penemuan fosil manusia purba terpenting di dunia. Lebih dari separuh fosil Homo erectus yang ditemukan di seluruh dunia berasal dari Sangiran. Museum Sangiran yang modern menyajikan temuan-temuan ini dengan sangat informatif.
Kota Lama Semarang. Kawasan bersejarah yang menyimpan arsitektur kolonial Belanda dari abad ke-17 hingga ke-20 dalam konsentrasi yang sangat tinggi. Lebih dari 50 bangunan bersejarah masih berdiri di kawasan ini, menjadikannya salah satu kawasan kota tua terlengkap yang masih hidup di Indonesia.
Benteng Rotterdam, Makassar. Benteng yang dibangun oleh Kerajaan Gowa pada abad ke-16 dan kemudian diambil alih VOC ini adalah salah satu benteng terbaik-terawat di Indonesia. Di dalamnya tersimpan jejak perjuangan Sultan Hasanuddin dan pertempuran Makassar yang menjadi salah satu perlawanan terkuat terhadap VOC di Nusantara.
3. Etika Mengunjungi Cagar Budaya yang Perlu Diajarkan ke Siswa
- Jangan menyentuh permukaan batuan, relief, atau artefak yang tidak diperbolehkan. Minyak dan keringat tangan bisa merusak permukaan batu secara permanen dalam jangka panjang.
- Ikuti jalur yang sudah ditentukan dan jangan memanjat struktur yang tidak diizinkan untuk dipanjat.
- Tidak mengambil batu, keramik, atau artefak apapun dari lokasi cagar budaya. Ini bukan hanya tidak etis, tapi juga melanggar hukum (UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya).
- Berkontribusi pada biaya masuk dengan bangga. Tiket masuk ke cagar budaya adalah kontribusi langsung pada biaya pemeliharaan.
- Gunakan pemandu lokal yang bersertifikat. Ini mendukung ekonomi komunitas di sekitar cagar budaya sekaligus memastikan informasi yang diterima akurat.
Baca juga: Evaluasi Wisata Edukasi: Lebih dari Sekadar Lembar Fun
Cagar budaya Indonesia adalah warisan yang dititipkan oleh generasi masa lalu kepada generasi sekarang untuk dijaga dan diteruskan. Mengunjunginya dengan penuh rasa hormat dan pengetahuan adalah cara terbaik untuk mewarisi tanggung jawab itu.
Rancang program wisata cagar budaya bersama WisataSekolah dengan pemandu bersertifikat dan kurikulum yang menghubungkan warisan budaya dengan kehidupan masa kini.