fbpx
+62819 1083 1792 info@wisatasekolah.com

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.
Please agree to all the terms and conditions before proceeding to the next step

Already a member?

Login
+62819 1083 1792 info@wisatasekolah.com

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.
Please agree to all the terms and conditions before proceeding to the next step

Already a member?

Login
study tour - Mengenal Kehidupan Lebah, Penghasil Madu

Indonesia kaya akan keberagaman hewan dan tumbuhan. Potensi alam yang dimiliki Indonesia menjadikannya negara dengan sejuta kekayaan yang menyimpan keanekaragaman hayati. Namun tidak semua jenis hewan dilindungi, sehingga ada beberapa jenis hewan yang terancam punah. Lebah merupakan salah satu dari 20.000 kekayaan hewan di Indonesia. Lebah tidak termasuk hewan yang dilindungi karena populasinya terhitung besar. Serangga yang satu ini juga terbagi lagi menjadi beberapa jenis. Di Indonesia sendiri, lebah yang paling banyak ditemui ialah lebah hutan (Apis dorsata), lebah lokal (Apis cerana), dan lebah madu (Apis mellifera).

Baca juga Ketahui Jenis-jenis Madu dan Manfaatnya Bagi Tubuh

1. Lebah hutan ( Dorsata)

Jenis lebah yang satu ini belum dapat dibudidayakan karena masih hidup secara alami di hutan. Jika kehidupan lebah hutan dibudidayakan bukan di tempat asalnya, dapat merusak ekosistem hutan. Lebah hutan dapat ditemui di kawasan yang masih memiliki hutan seperti hutan di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Nusa Tenggara. Lebah hutan juga merupakan salah satu jenis lebah yang menyengat. Saat lebah merasa ada ancaman, ia akan melindungi dirinya dengan menyengat. Meski demikian, lebah hutan memiliki kontribusi besar bagi masyarakat sekitar hutan dalam menghasilkan madu hutan.

2. Lebah lokal ( Cerana)

Lebah yang satu ini merupakan jenis lebah yang dapat dibudidayakan oleh masyarakat pedesaan. Meski produktivitas lebah lokal tergolong rendah, namun lebah ini menjadi kegiatan sampingan masyarakat pedesaan karena harganya yang relatif murah. Di samping itu, lebah lokal juga mudah didapatkan. Madu yang dihasilkan memang tidak sebanyak lebah jenis lainnya, namun khasiat yang didapat dari madu lebah lokal mampu meningkatkan daya tahan tubuh layaknya madu dari lebah jenis yang lain.

3. Lebah madu ( Mellifera)

Lebah madu merupakan jenis lebah yang sengaja dibudidayakan untuk dipanen hasil madunya. Lebah madu menghasilkan madu dalam jumlah yang banyak. Selain itu, jenis lebah ini tidak menyengat layaknya lebah hutan. Jika Anda bertemu dengan lebah madu, tidak perlu takut disengat. Tidak hanya sebagai penghasil madu terbaik, karena keramahan lebah madu, budidaya lebah madu seringkali dijadikan sebagai tempat wisata. Seperti Taman Wisata Lebah Madu Cibubur atau dikenal juga dengan Pusat Madu Apiari Pramuka. Anda dapat menyaksikan dan merasakan secara langsung bentuk lebah madu.

perbandingan ukuran lebah

Lebah merupakan makhluk teratur ketika melakukan aktivitas. Serangga penyengat ini dikenal hidup berkoloni. Dalam satu koloni terdapat 60-70 lebah yang terdiri dari lebah ratu, lebah pejantan, dan lebah pekerja. Meski dalam satu sarang terdapat begitu banyak lebah, mereka dapat hidup teratur dan mengerjakan tugasnya masing-masing.

Pertama, lebah ratu. Lebah ratu tentunya lebah betina sesuai dengan namanya. Dalam satu koloni lebah, hanya ada satu lebah ratu. Jika dalam satu keturunan terdapat dua lebah ratu, mereka akan saling bertengkar untuk memperebutkan kekuasaan, bahkan saling membunuh. Ukuran tubuh yang dimiliki lebah ratu dua kali lebih besar dibandingkan lebah pejantan dan lebah pekerja. Lebah ratu memiliki kekuasaan dalam sarang lebah karena bertugas memberi perintah kepada lebah pekerja untuk mengerjakan sesuatu. Perintah lebah ratu sangat ditaati oleh koloninya. Kemanapun lebah ratu pergi, pasti satu koloni akan mengikuti lebah ratu. Maka tak heran jika lebah terbang secara bergerombol dengan satu lebah di depan sebagai pemimpin. Di samping itu, lebah ratu memiliki tanggung jawab dalam menjaga keharmonisan seluruh koloninya. Oleh karena itu lebah ratu mampu menghasilkan 1500 telur setiap harinya demi melanjutkan kehidupan koloni lebah.

Kedua, lebah pejantan. Ukuran lebah pejantan lebih kecil dari lebah ratu namun lebih besar dari lebah pekerja. Lebah pejantan tidak melakukan pekerjaan sepert lebah pekerja. Lebah pejantan memilki tanggung jawab untuk menjaga dan membersihkan sarang lebah. Seperti namanya, lebah pejantan memiliki tugas untuk mengawini lebah ratu untuk menghasilkan keturunan dan berkembangbiak. Namun, setelah lebah pejantan melakukan tugasnya yaitu mengawini lebah ratu, lebah pejantan akan mati. Oleh karena itu lebah pejantan tidak hanya satu. Karena ketika lebah pejantan mati, akan digantikan dengan lebah pejantan lainnya.

Ketiga, lebah pekerja. Seperti namanya, lebah pekerja bertugas untuk bekerja sepanjang hidupnya dan harus menataati perintah lebah ratu. Lebah pekerja terdiri dari lebah betina dan jantan. Namun ketika lebah pekerja diangkat oleh lebah ratu menjadi lebah pejantan, lebah tersebut tidak perlu lagi bekerja. Ukuran tubuh lebah pekerja paling kecil dibandingkan lebah ratu dan lebah pejantan.  Meski memiliki ukuran tubuh paling kecil, lebah pekerja memiliki tugas dan tanggung jawab paling berat yakni menghasilkan madu yang diambil dari nektar, membersihkan sarang, memberi makan larva lebah dan ratu lebah. Lebah pekerja muda akan menghasilkan royal jelly untuk dikonsumsi lebah ratu karena lebah ratu hanya mengonsumsi royal jelly. Ajaibnya, lebah pekerja ini akan langsung mengetahui tugas dan tanggung jawabnya meski baru berusia beberapa hari setelah menetas.

Sungguh sebuah keajaiban dimana lebah, serangga yang ditakuti karena sengatnya, mampu hidup rukun dan teratur. Lebah pekerja tidak akan mengeluh meski diberi tugas yang begitu berat dengan ukuran tubuh yang paling kecil. Dan satu hal yang menarik dari lebah ialah, mereka tidak takut mati. Lebah akan langsung mati ketika mereka menancapkan sengatnya. Bagi seekor lebah, sengat merupakan senjata untuk melindungi diri dari serangan luar.

Leave a Reply