Pecinan atau China Town di berbagai Cities di Indonesia (seperti di Jakarta, Semarang, atau Surabaya) adalah destinasi City Tour yang luar biasa. Kawasan ini merupakan cerminan nyata dari akulturasi budaya Pecinan antara Tionghoa dan Culture lokal. Bagi siswa, kunjungan ke Pecinan adalah pelajaran sosiologi dan History yang menarik, mengajarkan toleransi dan asimilasi.
Tiga Pelajaran dari Kisah di Pecinan:
-
History Migrasi dan Perdagangan: Siswa belajar tentang gelombang migrasi Tionghoa ke Nusantara dan bagaimana mereka berkontribusi pada perdagangan rempah-rempah. Bangunan kuno (misalnya rumah Kapiten Cina atau klenteng tua) menyimpan kisah-kisah History masa kolonial.
-
Akulturasi Arsitektur dan Culture: Amati arsitektur rumah dan tempat ibadah di Pecinan. Seringkali, ukiran naga khas Tionghoa berpadu dengan ornamen Jawa atau Betawi. Ini adalah bukti visual dari akulturasi budaya Pecinan yang berjalan damai dan unik.
-
Gastronomy Fusi yang Lezat: Makanan di Pecinan adalah hasil fusi (perpaduan) Culture. Misalnya, lumpia Semarang atau bakmi Jawa yang mendapat sentuhan Tionghoa. Siswa belajar bahwa makanan adalah media komunikasi budaya yang paling efektif.
WisataSekolah.com merancang City Tour ke Pecinan yang dipandu oleh ahli Culture dan History. Kunjungan ini mendorong siswa untuk menghargai keragaman sebagai kekayaan bangsa. Memahami akulturasi budaya Pecinan adalah cara terbaik menghormati warisan multikultural Indonesia, sebuah topik yang relevan dalam studi sosiologi perkotaan.
Baca juga: 5 Aktivitas Seru untuk Siswa di Bandung Selama Study Tour