Ada institusi pendidikan di Indonesia yang sudah ada jauh sebelum sekolah modern dikenal. Ia sudah ada sebelum kurikulum nasional, sebelum ujian nasional, sebelum rapor tiga semester. Dan dalam ratusan tahun keberadaannya, ia tidak pernah berhenti berperan sebagai salah satu pilar utama pendidikan dan pembentukan karakter bangsa.
Namanya pesantren. Dan dalam beberapa dekade terakhir, sebagian pesantren berevolusi dengan cara yang sangat menarik: mempertahankan akar tradisi dan nilai-nilai Islam yang kuat sambil mengadopsi metode pendidikan modern, teknologi, kewirausahaan, dan orientasi global.
Pesantren modern ini adalah destinasi wisata edukasi yang sering diabaikan tapi sangat kaya pelajaran.
1. Apa yang Membuat Pesantren Berbeda dari Institusi Pendidikan Lain
Pesantren bukan hanya sekolah yang pelajarannya tentang agama. Ia adalah ekosistem pendidikan total yang mencakup kehidupan 24 jam: santri tidak hanya belajar di kelas, mereka juga belajar dari cara mereka hidup bersama, berbagi tanggung jawab, menyelesaikan konflik, dan menjalani ibadah sebagai bagian dari ritme harian.
Sistem ini menghasilkan lulusan yang memiliki karakter tertentu yang konsisten: disiplin, terbiasa hidup sederhana, mampu hidup dalam komunitas yang beragam, dan memiliki orientasi nilai yang kuat. Ini adalah kualitas-kualitas yang sangat relevan untuk dunia kerja dan kehidupan dewasa, dan yang sering tidak terprogram secara eksplisit dalam sistem sekolah umum.
Kementerian Agama mencatat bahwa Indonesia memiliki lebih dari 36.000 pesantren yang tersebar di seluruh nusantara, dengan lebih dari 4 juta santri. Ini adalah ekosistem pendidikan yang sangat besar dan sangat beragam, dari pesantren tradisional yang masih menggunakan metode pengajaran kitab kuning secara langsung hingga pesantren modern dengan laboratorium komputer, studio musik, dan program pertukaran pelajar internasional.
Baca juga: Outbound Education Karakter: Bukan di Dalam Kelas
2. Pesantren Modern yang Menarik untuk Kunjungan Edukasi
Pesantren Gontor, Ponorogo. Pondok Modern Darussalam Gontor adalah salah satu pesantren paling berpengaruh di Indonesia, didirikan pada 1926 dengan visi memadukan sistem pesantren tradisional dengan metode pendidikan modern. Bahasa Arab dan Inggris digunakan sebagai bahasa wajib sehari-hari. Alumni Gontor tersebar di berbagai posisi kepemimpinan di Indonesia dan dunia internasional.
Pesantren Al-Zaytun, Indramayu. Pesantren yang diklaim sebagai salah satu yang terbesar di dunia ini memiliki fasilitas pendidikan yang sangat lengkap di atas lahan yang sangat luas, termasuk universitas, berbagai unit usaha, dan infrastruktur yang mandiri.
Pesantren Tebuireng, Jombang. Didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama dan pahlawan nasional, Tebuireng adalah salah satu pesantren paling bersejarah di Indonesia. Di sini tersimpan makam KH Hasyim Asy’ari dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), mantan Presiden RI. Kunjungan ke sini adalah perjalanan ke akar intelektual Islam Indonesia yang moderat.
Pesantren Ciganjur, Jakarta Selatan. Didirikan oleh keluarga Gus Dur, pesantren di kawasan Jakarta Selatan ini mewakili tradisi Islam yang sangat inklusif dan terbuka terhadap keberagaman. Program kunjungan untuk sekolah umum sering tersedia di sini.
3. Apa yang Bisa Dipelajari Siswa dari Kunjungan ke Pesantren
- Sistem pendidikan alternatif yang efektif. Pesantren membuktikan bahwa ada lebih dari satu cara yang berhasil untuk mendidik manusia. Pendekatan holistik yang memadukan pembentukan karakter, pengetahuan agama, keterampilan hidup, dan pengembangan intelektual adalah model yang relevan untuk dikaji oleh siapapun yang peduli tentang masa depan pendidikan.
- Islam Indonesia yang khas. Pesantren adalah tempat di mana Islam Indonesia yang moderat, toleran, dan berakar dalam budaya lokal dikembangkan dan dipertahankan. Mengenal pesantren adalah mengenal karakter Islam Indonesia yang sesungguhnya.
- Kehidupan komunal dan nilai gotong royong. Sistem asrama pesantren mengajarkan nilai-nilai yang semakin langka di era individualistik: hidup bersama orang lain, berbagi sumber daya, dan mengutamakan kepentingan komunitas.
- Kewirausahaan berbasis nilai. Banyak pesantren modern mengembangkan unit-unit usaha yang dikelola oleh santri sendiri, dari toko koperasi hingga pertanian organik hingga usaha percetakan. Ini adalah praktik kewirausahaan yang sejak awal diintegrasikan dengan nilai-nilai etika dan tanggung jawab sosial.
4. Tips Kunjungan Sekolah ke Pesantren
- Hubungi pihak pesantren jauh-jauh hari dan jelaskan tujuan kunjungan secara spesifik. Banyak pesantren yang memiliki program kunjungan terstruktur untuk sekolah umum.
- Pastikan siswa memahami dan menghormati tata tertib yang berlaku di pesantren, termasuk aturan berpakaian dan interaksi antara laki-laki dan perempuan.
- Rencanakan sesi dialog dengan santri atau ustaz untuk pertukaran perspektif yang lebih kaya daripada sekadar tur fasilitas.
- Bagi sekolah yang berbeda agama, kunjungan ke pesantren adalah kesempatan luar biasa untuk membangun pemahaman lintas agama yang berbasis pengalaman langsung, bukan asumsi atau stereotip.
Baca juga: Social Emotional Learning di Luar Kelas: Apa Datanya?
Pesantren adalah salah satu kontribusi Indonesia yang paling orisinal untuk peradaban pendidikan dunia. Mengunjunginya dengan pikiran terbuka adalah mengenal Indonesia dari sisi yang paling dalam dan paling autentik.
Konsultasikan program wisata pesantren dan religi bersama WisataSekolah untuk pengalaman belajar yang melampaui batas mata pelajaran.